Dasar-dasar Perkembangan Perilaku : INGATAN



2.1 Pengertian Ingatan
Ingatan dalam bahasa Inggris disebut “memory” adalah kekuatan jiwa untuk menerima, menyimpan, dan memperoduksi kesan-kesan. (H. Abu Ahmadi, Psikologi Umum, Hlm: 70).
Menurut Sumardi Suryabrata (Psikologi Pendidikan Hlm” 44) ingatan yakni kecakapan untuk menerima, menyimpan dan memproduksi kesan-kesan.
Menurut Slameto (Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya Hlm:113) adalah penarikan kembali informasi yang pernah dialami sebelumnya.
Dalam kamus ilmiah popular ingatan adalah suatu kemampuan jiwa menghubung-hubungkan pengalaman yang telah lampau dengan pengalaman yang sekarang, jadi pengalaman yang telah melekat didalam jiwa seseorang di produksi di dalam masa sekarang.
Kartini Kartono sebagaimana dikutip Suprayitno W (Diktat Psikologi Belajar Hlm:19) menyatakan bahwa ingatan adalah kemampuan untuk mencamkan, menyimpan, memproduksi kembali isi kesadaran.Dari beberapa defenisi di atas, dapat dikatakan mengandung arti yang tidak jauh beda yakni menerima, menyimpan dan memproduksi.
Jadi ingatan adalah suatu pengalaman yang pernah sudah terjadi sebelumnya kemudian dalam situasi tertentu ia muncul dengan adanya alasan-alasan tertentu yang menarik ia keluar sehingga direproduksi kembali.Ingatan sangat penting dalam kehidupan manusia karena ia berfungsi sebagai pelengkap dalam berfikir kerena pemikir-pemikir yang baik adalah orang-orang yang telah belajar untuk mengingat kembali pengalaman-pengalamannya. Dengan adanya kemampuan untuk mengingat pada manusia berarti adanya suatu indikasi bahwa manusia mampu menerima menyimpan dan memunculkan kembali dari sesuatu yang pernah dialaminya.


2.2 Fungsi dan Sifat Ingatan
A.Fungsi Ingatan
1. Mencamkan yaitu menemukan kesan-kesan.
mencamkan terbagi kepada dua bagian yaitu mencamkan secara sengaja dan mencamkan secara tidak sengaja.
2. Menyimpan kesan-kesan ingatan berhubungan dengan emosi seseorang akan mengingat sesuatu yang lebih baik, apabila peristiwa-peristiwa itu menyentuh perasaan-perasaan sedang kejadian yang tidak menyentuh emosi akan di abaikan, dari sinilah kesan-kesan itu disimpan di otak seseorang siswa apabila ia sangat suka dengan satu mata pelajaran, maka ingatan pada mata pelajaran tersebut sangatlah kuat dan memungkinkan dapat disimpan lama.
3. Memproduksi kesan-kesan, yaitu pengaktifan kembali hal-hal yang dicamkan, dalam reproduksi ini ada 2 bentuk, yaitu:
a. Mengingat kembali, misalnya minggu lalu siswa-siswadiberikan materi tata tertib wudhu’ dan hari ini anak/ siswa ditanya hal yang sama, maka siswa akan mengingat kembali materi minggu lalu.
b. Mengenal kembali, misalnya siswa kehilangan sebuah pulpen lalu di perlihatkanlah sebuah pulpen, maka siswa akan mencocokkan kesan yang telah tersimpan dengan sebuah pulpen yang diperlihatkan di depannya.
B. Sifat Ingatan
 Dalam buku (Psikologi Pendidikan : Abu Ahmadi, Hlm: 70-71) Ada beberapa sifat-sifat ingatan yaitu:
1. Ingatan yang cepat dan mudah, yaitu seseorang dapat dengan mudah dalam menerima kesan-kesan, misalnya ada siswa yang dengan cepat dapat mengingat pelajaran sementara ada siswa yang lambat mengingat pelajaran meskipun sudah dilakukan pengulangan.
2. Ingatan yang luas ; sekaligus seseorang dapat menerima banyak kesan-kesan dan dalam daerah yang luas.
3. Ingatan yang teguh : kesan yang telah diterimanya itu tetap tidak berubah.

4. Ingatan mengabdi dan patuh: bahwa ingatan yang pernah dicamkan dapat   dengan mudah di reproduksikan secara lancar.

2.3 Macam-Macam Ingatan

1.Daya ingat jangka pendek atau daya ingat kerja
merupakan komponen daya ingat dimana informasi dalam jumlah terbatas dapat disimpan selama beberapa detik. Proses untuk mempertahankan informasi dalam daya ingat jangka pendek ini melalui repetisi disebut pengulangan(Baddeley, 1999).
2.3.1. Kapasitas daya ingat kerja.
Daya ingat kerja diyakini memiliki kapasitas lima hingga sembilan potong informasi(Miller, 1956). Maksudnya, kita kita dapat memikirkan hanya lima hingga hal yang berbeda setiap saat. Namun, setiap potong bisa berisi sangat banyak informasi. Oleh sebab itu, untuk mengingat sesuatu agar lebih mudah sebaiknya kita mmengelompokkan sesuatu tersebut ke dalam beberapa kelompok yang lebih sederhana.
2. Daya Ingat Jangka Panjang

Daya ingat jangka panjang merupakan komponen daya ingat dimana informasi dalam jumlah besar dapat disimpan untuk kurun waktu yang lama. Para ahli membagi daya ingat jangka panjang menjadi tiga bagian (Eichenbaum, 2003; Squire et al., 1993; Tulving,1993), yaitu:
1. Daya ingat episodik, yaitu bagian daya ingat jangka panjang yang menyimpan citra pengalaman pribadi kita
2. Daya ingat semantik, yaitu bagian daya ingat jangka panjang yang menyimpan fakta dan perngetahuan umum.
3. Daya ingat prosedural, yaitu bagian daya ingat jangka panjang yang menyimpan informasi tentang bagaimana melakukan sesuatu.



2.3.2 Faktor-Faktor Yang Menigkatkan Daya Ingat Jangka Panjang

Pengingatan informasi jangka panjang yang dipelajari di sekolah sangat berbeda-beda tergantung pada jenis informasinya. Misalnya konsep diingat jauh lebih lama dari pada nama (Conway, cohen & Stanhope, 1991). Beberapa faktor berperan dalam ingatan jangka panjang. Salah satunya ialah sejauh mana siswa telah mempelajari bahan tersebut sejak awal (bahrick & Hall, 1991). MacKenzie dan White(1982) telah melakukan penelitian yang membuktikan bahwa pengajaran yang melibatkan siswa secara aktif akan lebih meningkatkan kemampuan siswa dalam menggunakan ingatan jasngka panjang.

                        Faktor yang Mempengaruhi Ingatan

1.   Fasilitas proaktif, yaitu peningkatan kemampuan untuk mempelajari informasi    baru akibat kehadiran informasi yang diperoleh sebelumnya.
2    Fasilitas retroaktif, yaitu peningkatan pemahaan tentang informasi yang dipelajari sebelumnya akibat perolehan informasi baru.
2.      Efek kepertamaan, yaitu kecenderungan lebih mudah mengingat hal yang pertama dalam daftar dari pada yang lain.
3.      Efek kebaharuan, yaitu kecenderungan lebih mudah mengingat hal yang terakhir dalam daftar dari pada yang lain.
5. Otomatisasi, yaitu tingkat kecepatan dan kemudahan sehingga tugas-tugas               dilaksanakan atau keterampilan dibekali dengan sedikit upaya mental.
4.      Pemeranan, yaitu suatu proses pembelajaran dimana masing-masing orang secara fisik melaksanakan tugas.





2.4  Prinsip yang Terkandung dalam Ingatan

1. Belajar, artinya belajar lebih mudah terjadi dan lebih lama di ingat daripada menghafal.
2. Belajar dipengaruhi hubungan atau rangkaian dua objek atau peristiwa.
3. Belajar dipengaruhi oleh frekwensi perjumpaan dengan rangsangan dan tanggapan yang sama yang dibuat dalam pelajaran.
4. Belajar tergantung pada akibat yang ditampakkannya, ini berarti bahwa pelajaran yang memberi kesan, menyengakan, menarik, bermanfaat memperkaya pengetahuan lebih efisien dan tersimpan lebih lama.
5. Belajar sebagai suatu kebutuhan yang dapat diukur, tidak hanya tergantung pada proses bagaimana belajar itu terjadi tetapi juga pada cara penilaiannya, ini berarti apapun yang dianggap telah dipelajari oleh seseorang ia akan hanya dapat menunjukkan penguasaannya atas sebagain pada macam pertanyaan atau situasi yang diciptakan untuk menunjukkan penguasaan tersebut.

2.5  Meningkatkan Kemampuan Ingatan

Secara umum usaha-usaha untuk meningkatkan kemampuan ingatan harus memenuhi tiga kerentuan, yaitu:
1. Proses ingatan bukanlah suatu usaha yang mudah, perlu diperhatikan mekanisme pengulangan. Seseorang dikatakan belajar dari pengalaman karena ia mampu menggunakan berbagai informasi yang telah diterimanya dimasa lalu untuk memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi. Menurut Alkitson ada tida jenis proses mengingat yaitu:
a. Recall mengingat informasi tanpa menggunakan petunjuk
b. Recognition mengingat informasi dengan menggunakan petunjuk
c. Redintegratif mengingat dengan menghubungkan berbagai informasi

2. Bahan-bahan yang akan diingat harus mempunyai hubungan dengan hal-hal lain              artiyna tidak hanya berpatokan pada satu bahan akan tetapi sudah ada hal-hal lain
yang sudah dikenal sebelumnya.
3. Proses ingatan memerlukan organisasi, salah satu pengorganisasian informasi yang terkenal adalah menomik. Apabila usaha-usaha ini sudah dilakukan maka lambat laun kamampuan mengingat akan bertambah.

2.6  Ingatan dalam Proses Belajar Mengajar

Dalam proses belajar mengajar, para siswa membutuhkan ingatan yang kuat untuk menyerap serta menghafal pelajaran-pelajaran, dengan adanya ingatan yang kuat siswa dengan akan mudah menerima dan menyimpan serta menarik kembali ketika ada stimulus, namun ingatan seseorang tidaklah sama begitu juga dengan ingatan siswa, sehubungan dengan adanya perbedaan ingatan maka dalam mengajar guru hendaknya memperhatikan hal-hal tersebut terutama guru harus memperhatikan segi kelemahannya.
a. Jangan terlalu cepat dalam menerangkan pelajaran
b. Jangan terlalu banyak bahan yang diajarkan
c. Pengulangan bahan pelajaran
d. Mengusahakan dalam mengajar guru memberi kesempatan penggunaan alat indra yang sebaik-baiknya, sehingga hasil pengamatan itu mendekati kenyataan serta member kesan yang baik dan siswa memperoleh tanggapan yang jelasnya.
e. Melatih siswa untuk menggunakan cara-cara yang baik dalam menghafal yang intinya member kemudahan bagi siswa dalam menghafal.
Selain itu juga, ingatan itu bersifat individual, sehingga siswa yang kuat ingatan maka ia akan tampak menonjul dalam proses belajar mengajar. Keadaan jasmani yang kurang sehat juga dapat mempengaruhi prestasi ingatan dalam mengingat pelajaran. Oleh karena itu guru harus sering mengadakan pengulangan, ingatan yang paling tajam pada diri manusia adalah masa kanak-kanak yaitu sekitar usia 10-14 tahun.


2.7 Metode yang Digunakan  untuk Mempermudah Siswa dalam Menghafal:

a. Metode G (ganslern) atau metode K (Keseluruhan) :
 metode belajar secara keseluruhan, metode ini untuk menghafal yang jumlah kata-katanya tidak terlalu banyak seperti pantun.
b. Metode T (Teillern) atau metode B (Bagian-bagian) :
metode belajar bagian demi bagian, ini digunakan untuk menghafal bahan-bahan yang banyak dan dihafal sedikit demi sedikit.
c. Metode V (vernittelende) atau metode C (campuran) :
metode pengantara yakni ada hafal bagian demi bagian dan ada secara keseluruhan melalui metode-metode ini diharapkan siswa-siswa mampu atau dengan cepat menghafal pelajaran karena makin sering materi dihafal dan dipelajari, waktu untuk menghafal dan mempelajari makin pendek maka makin banyak materi yang dapat di ingat, jadi ingatan sanat berperan penting dalam proses belajar mengajar.

2.8 Faktor yang Menyebabkan Orang Lupa

1.      Gangguan , yaitu suatu hambatan mengingat informasi tertentu karena kehadiran informasi lain dalam daya ingat. Untuk mengatasi hal ini seorang pendidik harus memperhitungkan kapasitas terbatas daya ingat kerja dengan memberikan waktu kepada siswa untuk menyerap atau melatih ( maksudnya, mengulangi dalam pikiran ) informasi-informasi baru sebelum memberi mereka pengajaran tambahan.
2.      Hambatan proaktif, yaitu penurunan kemampuan untuk mempelajari informasi baru, yang diakibatkan oleh pengetahuan yang sudah ada.
3.      Hambatan retroaktif, yaitu penurunan kemampuan untuk mengingat informasi yang dipelajari sebelumnya, yang diakibatkan oleh pembelajaran informasi baru.


2.9 Cara untuk Menekan Lupa

1.      Konsumsi vitamin yang memenuhi
2.      Catat kegiatan yang dilakukan
3.      Sederhanakan Hidup
4.      Latihan mengerjakan soal
5.      Jangan membisakan otak diam(tidak memekirkan sesuatu)
Sering melatih otak untuk menghafal