FILSAFAT PENDIDIKAN
1 1.
Pengertian Filsafat Pendidikan
Seperti
yang telah kita pelajari, filsafat adalah disiplin pengetahuan yang mempelajari
objeknya secara menyeluruh (komprehensif), mendalam, radiks, refleksif, dan
spekulatif. Melalui kajian filsafati yang bersifat secara menyeluruh
(komprehensif), mendalam, radiks, refleksif, dan spekulatif itu kemudian dapat
dicapai intisari atau hakikat terdalam dari objek yang dipelajari.
Berdasar
hal diatas, dapat diambil kesimpulaan bahwa objek yang diambil adalah pendidikan
sebagai objek telaah . Jadi, Filsafat Pendidikan adalah cabang dari filsafat
yang mempelajari pendidikan sebagai objeknya secara menyeluruh (komprehensif),
mendalam, radiks, refleksif, dan spekulatif sehingga dapat dicapai inti sari
dan hakikat pendidikan. Dalam bahasa yang lebih umum, filsafat pendidikan
adalah cabang filsafat yang mencoba memahami, menjelaskan, dan menetapkan
hakekat pendidikan.
Filsafat
Pendidikan juga mempelajari objeknya berdasar pada telaah-telaah filosofis yang
masuk dalam cabang utama filsafat (metafisika, epistemology, aksiologi, dan
logika).
Selain
keempat cabang utama filsafat tersebut, dimungkinkan pemanfaatan cabang-cabang
filsafat khusus dalam telaah filsafat pendidikan, tentunya sesuai dengan
isu-isuyang terkait dengan bidang kependidikan yang sedang ditelaah. Cabang
filsafat khusus tersebut antara lain : Filsafat Politik, Filsafat Ilmu,
Filsafat Metodologi, dan Filsafat Bahasa.
Demikianlah,
berdasar pada pengertian filsafat, para filsuf filsafat pendidikan banyak melakukan
perenungan-perenungan filsafati dalam upaya untuk memecahkan masalah-masalah
yang timbul disekitar perekembangan ilmu pendidikan dan penerapan ilmu
pendidikan (studi filosofis). Studi Filosofis ini mencakup : Hakekat
Pendidikan, Tujuan Pendidikan, Metode-metode Pendidikan, Bagian-bagian
Pendidikan, Jangkauan Pendidikan dan Masalah-masalah Pendidikan.
Apabila
filsafat pendidikan ditinjau dari sudut proses maka pengertian filsafat ilmu
itu, maka penulis berupaya untuk memeberikan penjelasan bahwa filsafat ilmu
adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan pemahaman filosofis tentang
hakekat aktivitas-aktivitas pendidikan.
2.
Latar Belakang Munculnya Filsafat Pendidikan
1. Ajaran filsafat yang komprehensif telah
menempati status yang tinggi dalam kehidupan kebudayaan manusia, yakni sebagai ideology suatu bangsa
dan negara.
2. Tujuan berfilsafat adalah membina manusia
mempunyai akhlaq yang tertinggi.
3. Eksistensi suatu bangsa adalah eksistensi
ideology dan filsafat hidupnya, maka demi
mewariskan eksistensi tersebut jalan
yang efektif adalah melalui PENDIDIKAN.
4. Tidak
berbeda dengan fungsi Filsafat, Filsafat pendidikan adalah suatu bimbingan atau
pimpinan secara sadar oleh pendidik
terhadap perkembangan jasmani dan ruhani si
terdidik menuju terbentuknya kepribadian
utama.
5. Pendidikan secara fundamental didasarkan atas asas-asas filosofis
dan ilmiah untuk menjamin tujuan pendidikan yaitu : meningkatkan perkembangan social budaya bahkan martabat
bangsa, kewibawaan, dan kejayaan
negara.
3.
Ruang Lingkup Telaah Filsafat Pendidikan
Apabia dilakukan analisis umum terhadap dasar-dasar
filsafati dalam pendidikan (metafisika, epistemology, aksiologi, dan logika)
sebagai suatu system filsafat pendidikan maka kemudian dapat dilihat bahawa
masalah-masalah yang timbul di sekitar dasar-dasar filsafat ilmu itu adalah
bidang-bidang yang kajian perenungan filsafat pendidikan. Dengan demikian
secara umum ruang lingkup yang menjadi bidang kajian filsafat pendidikan adalah
:
Ø Masalah-masalah
metafisika atau eksistensi realitas yang berhubungan dengan keberadaan
aktivitas atau bidang pendidikan
Ø Masalah-masalah
epistemologis atau metode pencapaian pengetahuan yang berhubungan dengan
aktivitas atau bidang pendidikan sebagai suatu proses pencapaian pengetahuan.
Ø Masalah-masalah
etika atau moralitas yang berhubungan dengan aktivitas ataua bidang pendidikan
atau relasi pendidikan ilmu dengan kehidupan masyarakat.
Ø Masalah-masalah
estetika atau keindahan yang berhubungan dengan aktivitas atau bidang
kehidupan.
Ø Masalah-masalah
logika atau pembentukan suatu kesimpulan ilmiah yang berhubungan dengan
aktivitas atau bidang pendidikan.
Selain tinjauan ruang lingkup yang bersifat umum berdasar
cabang-cabang utama yang menjadi dasar landasan dalam pendidikan, juga terdapat
ruang lingkup yang menjadi bidang kajian filsafat pendidikan berdasar
topic-topik yang lebih khusus. Berdasar rasional itu, maka ruang lingkup
filsafat pendidikan dapat dipilah menurut topic-topik sebagai berikut :
- Hakekat Pendidikan
- Tujuan Aktifitas Pendidikan
- Metode Pendidikan dan Metode Pembelajaran
- Bagian-bagian Pendidikan
- Jangkauan Pendidikan
- Hubungan Pendidikan dengan masalah-masalah kehidupan yang lain.
Dalam konteks yang hampir sama dengan pendapat diatas
dapat dilengkapi bidang-bidang kajian lain yang dapat menjadi ruang lingkup
perenungan filsafat pendidikan. Bidang-bidang kajian yang menjadi ruang lingkup
perenungan filsafat pendidikan itu adalah sebagai berikut :
v Pengertian
Pendidikan
v Tujuan
Pendidikan
v Masalah Filsafat
terkait dengan metodologi dalam kegiatan kependidikan
v Penggolongan
Ilmu Pendidikan
v Pengembangan
Teori, Model, dan Paradigma Kependidikan
v Aliran-aliran
yang terdapat dalam Filsafat Pendidikan.
4.
Fungsi Filsafat Pendidikan
Fungsi Filsafat Pendidikan antara lain :
- fungsi spekulatif. Berusaha mengerti keseluruhan persoalan pendidikan dan mencoba merumuskannya dalam satu gambaran pokok sebagai pelengkap bagi data-data yang telah ada dari segi ilmiah. Filsafat pendidikan berusaha mengerti keseluruhan persoalan pendidikan dan antar hubungannya dengan faktor-faktor lain yang mempengaruhi pendidikan.
- fungsi normatif. Sebagai pedoman untuk apa pendidikan itu. Asas ini tersimpul dalam tujuan pendidikan, jenis masyarakat apa yang ideal yang akan dibina. Khususnya norma moral yang bagaimana sebaiknya yang dicita-citakan. Bagaimana filsafat pendidikan memberikan norma dan pertimbangan bagi kenyataan-kenyataan normatif dan kenyataan-kenyataan ilmiah, yang pada akhirnya membentuk kebudayaan.
- Fungsi Kritik. Terutama untuk memberi dasar bagi pengertian kritis-rasional dalam pertimbangan dan menafsirkan data-data ilmiah. Misalnya data pengukuran analisa evaluasi baik kepribadian maupun achievement (prestasi). Bagaimana menetapkan klasifikasi prestasi itu secara tepat dengan data-data obyektif (angka-angka, statsitik). Juga untuk menetapkan asumsi atau hipotesa yang lebih reasonable. Filsafat harus kompeten, mengatasi kelemahan-kelemahan yang ditemukan oleh bidang ilmiah, melengkapinya dengan data dan argumentasi yang tak didapatkan dari cara ilmiah.
- Fungsi Teori bagi Praktek. Semua ide, konsepsi, analisa dan kesimpulan-kesimpulan filsafat pendidikan adalah berfungsi teori. Dan teori ini adalah dasar bagi pelaksanaan/praktek pendidikan. Filsafat pendidikan memberikan prinsip-prinsip umum bagi suatu prkatek.
